Jangan salah artikan judul di atas. To be a dream fighter bukan berarti ‘menjadi petarung impian’, namun arti atau makna yang dimaksud adalah ‘menjadi pejuang mimpi’. Ya apalah artinya kita tanpa mimpi? Harta boleh kurang, pendidikan boleh rendah, tapi tanpa mimpi seseorang bukanlah siapa-siapa. Jadi, menjadi pemimpi bukanlah hal yang konyol bagi siapa pun, bahkan menjadi pemimpi adalah sebuah keharusan. Bukan pemimpi sembarang pemimpi, namun pemimpi yang memperjuangkan mimpi-mimpinya, karena hanya mimpi saja tanpa perjuangan sama saja bohong.
Ada sebuah kata mutiara yang berbunyi, 'Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang, jika orang itu tidak mau melakukan perubahan pada dirinya sendiri.' Seseorang bermimpi menjadi penyanyi sukses, namun ia tidak pernah latihan, atau melakukan apa pun yang dapat menunjang terwujudnya mimpi tersebut. Yang ia lakukan hanya berdoa setiap hari, memohon kepada Tuhan supaya diwujudkan mimpinya, namun tanpa berbuat apa-apa kecuali berdoa. Maka tentu saja yang akan ia dapatkan hanyalah kesia-siaan. Orang seperti ini yang dinamakan dengan pemalas. Seperti halnya ingin makan, maka perut tidak akan pernah kenyang hanya dengan bilang “Ingin makan.” Tapi harus ada proses berupa usaha. Misalnya, ambil piring lalu diisi nasi, tambah lauk pauk, lalu makan. Atau pergi ke rumah makan, beli makanan yang disukai, lalu makan. Dengan demikian, orang tersebut telah mencapai mimpinya.
Ora et Labora
Ucapan di atas berasal dari seorang filsuf terkenal dunia, yaitu Socrates. Namun hal senada pernah terucap jauh sebelum Socrates mengucapkannya, yaitu ‘tawakal dan ikhtiar’, yang artinya setiap doa harus diimbangi dengan usaha. Misalnya, setiap kali kita memarkir sepeda motor di suatu tempat, apakah cukup dengan berdoa semoga sepeda motor kita tidak dicuri padahal kita tidak menguncinya? Tentu saja seshalih apapun kita dan sedalam apapun kekhusyuan kita berdo'a supaya tidak dicuri, jika kita meniggalkan sepeda motor kita dalam keadaan tidak terkunci, maka bukan mustahil jika sepeda motor tersebut raib disamber maling.
Usaha dan doa seperti dua mata uang yang tidak dapat dipisahkan – ada usaha berarti ada doa, walaupun berupa harapan yang terbetik di dalam hati secara refleks, begitu pun dengan doa, harus dibarengi dengan usaha. Jika diumpamakan dengan perumpamaan lainnya – doa dan usaha seperti software dan hardware pada komputer, dimana keduanya saling mendukung satu sama lain. Sebuah software tidak akan berfungsi bila tidak ada hardware. Begitupun sebaliknya, jika tidak ada software, maka hardware hanyalah sebuah benda yang tidak berguna. Oleh karena itu, yang dimaksud dengan komputer adalah gabungan dari software dan hardware.
Kekuatan Doa
Doa bukan hanya sebatas bersimpu, bersujud atau tengadah ke langit, namun meyakini bahwa ada kekuatan Yang Maha dahsyat, yang mengendalikan hidup kita. Dengan begitu, doa adalah sumber sugesti di dalam usaha mewujudkan mimpi dan menjadikan pribadi, yang percaya akan kekuatan doa, menjadi pribadi yang tangguh, kreatif, inovatif, selalu berpikiran luas. Mengapa demikian? Karena, bagi siapa pun yang mempercayai doa dan mengihktiarkan segala hal yang ia mohonkan di dalam doanya, berarti ia menempatkan dirinya di titik nol pada Yang tak terhingga. Oleh karena itu, jika ia gagal di dalam usaha mewujudkan mimpinya, maka ia akan memiliki cadangan mental untuk menerima kenyataan, yaitu kegagalan. Ia pun akan menutup kegagalan tersebut dengan mengusahakan cara lain di dalam mewujudkan mimpinya.
Usaha dan Terus Usaha
Berusaha dan gagal, berusaha lagi dan gagal lagi adalah suatu fenomena yang biasa terjadi. Tidak perlu ditangisi, tetapi lebih baik dipelajari, karena pada setiap kegagalan terdapat pelajaran berharga yang dapat dipelajari untuk melangkah pada tangga berikutnya, sehingga tercapai kesuksesan yang kita impikan. Sedangkan yang disebut dengan kegagalan sejati adalah ketika kita berhenti berharap dan berusaha. Seorang Thomas Alva Edison tidak pernah mencap dirinya sebagai orang gagal meskipun ia telah membuat 5000 kegagalan, namun ia malah mengklaim dirinya sebagai penemu yang menemukan 5000 cara untuk menemukan dan membuat sesuatu. Hal itu karena Thomas memiliki harapan dan impian dan belajar dari setiap kegagalannya.
Oleh karena itu, usaha dan terus berusaha merupakan modal untuk menjadi pejuang mimpi meskipun membutuhkan beribu kegagalan demi mewujudkan satu mimpi. Bukankah setiap perjuangan butuh pengorbanan?
Hari Ini adalah Hari Terbaik
Tidak ada istilah sial di dalam kamus seorang pejuang mimpi. Kata sial hanya dimiliki oleh para pemalas dan orang-orang gagal. Karena setiap hari adalah yang terbaik baginya dan setiap kesempatan emas ada di setiap detiknya. Oleh karena itu, selalu melakukan yang terbaik setiap hari, bahkan setiap detik adalah suatu keharusan yang tidak boleh disia-siakan oleh sang pemimpi.
Anggap saja kita bekerja di bawah pengawasan atasan secara langsung, jika kerja kita bagus, selalu maksimal dengan hasil yang maksimal pula, maka sudah pasti bonus serta promosi jabatan siap kita kantungi. Bayangkan, jika disiplin ini diterapkan di setiap sentra kehidupan, apa yang akan kita dapatkan?
One Down there are More to Go
Hal yang harus diingat di dalam mewujudkan mimpi adalah tidak pernah puas akan satu mimpi. Jadi, jika satu mimpi telah terwujud, munculkan mimpi-mimpi lainnya dan perjuangkan. Dengan demikian, hidup ini akan penuh warna dan dinamika, selalu dinamis tidak pernah statis, sehingga hidup menjadi lebih hidup karena tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.
Tidak ada salahnya menjadi seorang pemimpi selama mau memperjuangkannya. Jika suatu hari mimpi itu terwujud buatlah mimpi-mimpi lainnya dan perjuangkan. Hidup ini akan hampa tanpa mimpi, karena tanpa mimpi berarti tanpa usaha – berarti pula mati. Itulah nasib orang-orang gagal, orang-orang cengeng yang selalu berfikir bahwa hidupnya berakhir jika mimpinya tidak terwujud, orang-orang pengecut yang tidak pernah mau mencoba atau berusaha mewujudkan mimpinya. Jadilah pemimpi dan perjuangkanlah, karena hidup adalah usaha dan perjuangan, sedangkan bahan bakarnya adalah mimpi.
Selamat bermimpi dan berjuang
Don’t be a pussy as you are a successman to be.
Komentar
Posting Komentar