Langsung ke konten utama

Aku ingin menulis



Aku ingin menulis
Apapun dalam benakku, tentang kekasih, tentang teman,
Tentang Tuhan, tentang hidup, apa saja


Aku ingin menulis
Karena katanya pena laksana pedang bahkan lebih tajam
Karenanya kata-kata bisa menghidupkan juga mematikan

Aku ingin menulis
Karena aku ingin bicara dan menyapa dunia
Karena sayap mustahil kupunya

Aku ingin menulis
Namun bukan menyadur kata-kata dari sebuah karya
Apalagi plagiasi karya-karya fiksi atau nonfiksi

Namun bagaimana bisa
Kata-kata itu tak kunjung tiba, hanya sekedar mampir di benak saja
Walau kucari lewat susastra, apa daya alfaku membuat otakku beku
Seperti patung terbujur kaku

Apakah mungkin bisa?
Jika literatur tak pernah kutelusur
Berlembar alinea nggan kubongkar
Tapi aku tetap ingin menulis

Apa mungkin bisa tanpa kata-kata?
Apa mungkin mampu tanpa literatur?
Karena kulihat, menulis tak seperti berbagi ilmu lagi
Atau menyapa dunia tentang sebuah kebenaran yang tersembunyi
Namun seolah demi mulusnya pulus-pulus
Atau demi nama yang berbinar dan tenar

Kalau begitu aku bisa asal cuap saja
Dengan begitu akupun menulis walau tak baca
Karena nanti jika selesai karyaku nanti
bukan untuk dikaji, namun demi penuhi industri …

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Benarkah Nilai Raport Itu Tidak Penting?

Beberapa waktu yang lalu, seorang kenalan bercerita saat pembagian raport anaknya, ia tampak terbelalak melihat raport anakanya. Tak disangka tak dinyana sang buah hati mendapat ranking 23. Usut punya usut,ternyata sebelumnya sang anak mendapat ranking 3 sebelum ia naik ke kelas 5. Bahkan, berdasarkan akuannya, meskipun tidak pernah juara kelas, namun sang buah hati selalu masuk sepuluh besar dan selalu menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Di rumah ia selalu belajar, tidak pernah abai akan tugas-tugas sekolahnya. Tujuannya satu, jadi juara kelas. Upayanya itu terlihat dari hasil ranking yang didapatnya saat kenaikan kelas, sang buah hati berhasil menjadi juara tiga di kelas. Namun, setelah duduk di bangku kelas 5, sang wali kelas menempatkannya di urutan ke-23. Si buah hati kecewa, sampai nangis. Tentu saja kenalanku itu merasa sedih dan kecewa melihatnya, mengingat perjuangan anaknya yang begitu besar. Di sisi lain, ada teman satu kelasnya yang tiba-tiba ranking du...

Marhaban Ya Ramadhan

Tidak terasa kita akan kembali menginjak bulan suci Ramadhan, bulan suci bagi umat Islam sedunia. Pertanyaan pun terunggah "apakah bulan ramadhan kali ini akan benar-benar berkah?", "Apakah ramdhan kali ini dapat membentuk pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya?", "Apakah di Ramadhan kali ini kita akan merasakan kedahsyatan malam lailatul qadar?" dan mungkin masih banyak lagi pertanyaan lainnya yang mungkin muncul dalam benak kita. Apapun itu, kembali kepada diri kita masing-masing apakah kita ridha dan ikhlas dalam menjalani berbagai ibadah di bulan suci ini, karena sering kali kita lupa untuk membelenggu hawa nafsu, atau belenggu tidak lagi erat ketika Ramadhan lewat hingga hawa nafsu menjadi bagian dari diri kita. Mungkin tidak ada yang bisa memotivasi diri untuk mau bekerja keras menempa diri di bulan suci selain diri kita sendiri, dan sebagai secuil motivasi dari penulis, juga sekedar mengingatkan, mari kita mengenal kembali secar...